Jelajah  Ranu  Pane  Dan  Regulo

 

Pada suatu hari saat liburan akhir pekan kemaren, saya dan 3 teman lainnya berkunjung ke taman nasional bromo tengger semeru(TNBTS). Saya berangkat dari kota malang mengendarai kendaraan pribadi dengan 2 sepeda motor. Saya bersama teman saya berangkat kurang lebih jam 6 pagi, dengan melewati rute sebagai berikut soekarno hatta-pakis-tumpang-poncokusumo-dan desa ranupane kecamatan senduro, kabupaten lumajang. Dengan menempuh jarak kurang lebih 3 jam dengan kecepatan sedang, di sepanjang perjalanan saya dan teman saya disuguhkan dengan keindahan kebun warga dengan hamparan tanaman sayur-sayuran dari sepanjang desa gubugklakah sampai desa ngadas daerah poncokusumo sebelum padang savana gunung bromo. Di sepanjang jalan daerah tumpang sampai dengan ranupane sudah banyak tempat wisata. Namun, tujuan kami bukan ke wahana wisata tersebut. Di daerah tumpang cukup banyak wisata coban contohnya coban cinde, coban jahe, coban sumber pitu, coban jidor dan masih banyak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Belum lagi di daerah poncokusumo yang mempunyai destinasi wisata yang menakjubkan bagi para traveller mulai dari wisata tubing ledok amprong, wisata ndayung rafting, coban bidadari, coban pelangi, dan desa wisata ngadas .

Setelah melewati beberapa jalan yang cukup menantang dan akhirnya sampai sudah perjalanan kami di desa ranupane, kecamatan senduro. Saya dan teman teman tiba di desa tersebut pada pukul 09.00 pagi dengan ditemani udara sejuk khas suku tengger. sesampai disana, kami memutuskan istirahat sejenak pada suatu warung di desa ranupane. Setelahnya kami melanjutkan untuk menuju ke danau ranupane, sayangnya danau tersebut tidak sebersih dahulu kala. Biasanya, di danau tersebut menjadi tempat peristirahatan pendaki setelah turun maupun mau menuju ke gunung semeru. Setelah lama kami bermain di danau tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju ranu regul regulo yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan danau ranupane, jarak dari ranu pene ke ranu regulo kurang lebih 500 M. Disana juga terdapat banyak orang ngecamp selain ke ranu kumbolo dan gunung semeru, ranu regulo juga menjadi destinasi camp para pendaki karena kemiripannya dengan ranu kumbolo. Setelah lama kami di danau tersebut, kami bergegas pulang karena sudah sore dan menunjukan pukul 3 sore. Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan alam sehingga perjalanan tersebut tidak terasa capek. Dan saya dan teman saya sampai rumah pada pukul 16.25, kami merasa senang dan puas setelah seharian berwisata dan beredukasi dengan alam.

Tentang  Ranu  Pane

Penjelasan tentang ranu pane, ranupane adalah sebuah danau yang berada di desa ranupane, kecamatan senduro, kabupaten lumajang. Yang masih dalam subkulture suku tengger , ranupane merupakan danau hijau denga luas sekitar 1 hektar, dengan ketinggian 2.200 diatas permukaan laut. Suhu udara di daerah ranupane bisa mencapai min, karena ketinggian nya. Desa ranupane juga sering disebut sebagai negeri di atas awan, dibalik keindahannya ranupane juga menyimpan ancaman ekosistem alam yang juga dapat mengancam masyarakat sekitar. Hal tersebut dikarenakan laju sedimentasi yang sangat cepat yang menyebabkan penyempitan danau dulu danau ini memiliki luas sekitar 1 hektar lebih. Namun, sekarang luas danau hanya 0,75 hektar keberadaannya yang sangat vitas dapat mengancam keberadaan suku tengger yang mendiami desa ranupane yang jumlahnya sekitar 2000 jiwa.

Tentang  Ranu  Regulo

Di desa ranupane juga terdapat ranu regulo yang tampak menawan kecantikannya, danau ini salah satu danau cantik yang berada pada kaki gunung semeru dan bisa dikatakan surga tersembunyi diantara keelokan danau lainnya danau ini jarang diketahui orang dikarenakan tempatnya yang masuk kedalam hutan. Di danau  ini juga terdapat fasilitas yang cukup memadai disana ada homestay, dan toilet. Tak jarang di tempat ini juga banyak yang menggunakan untuk camp